Pages

Rabu, 25 Mei 2011

HADHRAMAUT DAN TARIM






Sekilas Tentang  Hadhramaut


diriwayatkan bahwasanya dulu Raja yg mulia Abdullah bin Rasyid berkata : “di negriku (hadhramaut) ada 3 perkara yang aku banggakan dari pada negri2 lain: yang pertama : tidak didapati di dalamnya hal yang haram. Yang kedua : tidak ada pencuri (maling). Yang ketiga : tidak ada orang yang membutuhkan, yaitu karena mereka saling berhubungan dan saling rukun”
Habib Ali bin hasan Al-Atthos berkata : “hadhromaut utama dari selainnya sebab 4 hal : sebab ziyarah Nabiyallah Hud, banyaknya ahlul bait, menghidupkan Ramadhon, musim gugur”
dikatakan kepada Syaikh Abdullah bin As’ad Al-Yaafi’iy tatkala mengarang kitabnya (Roudhurroyyahin) : “sungguh telah engkau sebutkan kepanyakan para ulama dadi berbagai penjuru sedangkan engkau tidak menyebutkan ahli hadhramaut?” Beliau menjawab : “aku meninggalkan mereka (tidak menyebutkan mereka) hanyalah karena banyaknya mereka dan terkenalnya mereka”
Al maghriby berkata dalam perjalanannya ke hadromaut dan ziyarah kpd tokoh2nya : “sesungguhnya mereka lbih menyerupai malaikat. Habib ali bin Muhammad Al-Habsy berkata : andaikata ia mengetahui hakekat mereka pastilah mereka itu lebih agung dari pada malaikat, adapun malaikat makshum dengan nash Al-Quran”



Sekilas Tentang Tarim


Tarim disebut  MADINATUSSHIDDIQ R.A  (kotanya Sy Abu Bakar AsShiddiq RA) karena  pegawai beliau Ziyad bin Labid Al-Anshory tatkala mengajak untuk membaiat As-Shiddiq, yang petaama kali menjawab adaalah penduduk Tarim, dan tidak berselisih salah satupun dari mereka. Lantas ia menulis surat kepada As-Shiddiq. Maka beliau berdoa kepada Allah untuk mereka dengan 3 doa : “semoga tarim menjadi makmur, diberkahi pada airnya, dan banyak sholihin di dalamnya”
Syekh Abdurrahman bin Muhammad As-Seggaf  brkata kepada Al Muhdhor : “sungguh telah dimakamkan di Zambal ( nama pemakaman di Tarim) 10.000 wali dan 80 qutub”.<<kalam Habib Alwi bin Syihab>>
mereka berkata bahwa sanya Sayyidina Syihabuddin tatkala berdiri dihadapan kuburan Sayyidina Al Faqih dan mengucapkan salam kepada mereka, mereka membalasnya, setiap kuburan 70 orang.<<kalam Habib Alwi bin Syihab>>
mereka berkata :” jalanan Tarim adalah guru dari pada orang yang tidak memiliki guru (biografi Habib Ahmad Al-Atthos)
Habib Abdul Qodir bin Quthban berkata : sesungguhnya Syekh Al-Adani tatkala mengetahui bahwa beliau akan meninggal di selain Tarim, beliau menangis.<<kalam Habib Alwi bin Syihab>>







(( dikutip dari kitab FAWAID MUKHTARAH ))



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar anda... Bila ada kesalahan mohon hubungi admin...